Saturday, March 2, 2013








PTC atau NTC telah digunakan dalam berbagai aplikasi. Aplikasi termistor PTC memanfaatkan karakteristik yang melekat dalam komposisi mereka. Umumnya, aplikasi yang dipecah menjadi dua kategori yang berbeda yang memanfaatkan karakteristik yang berbeda dari PTC. Kategori pertama adalah aplikasi yang memanfaatkan karakteristik tegangan atau karakteristik Current time termistor PTC. Ini kadang-kadang dikenal sebagai aplikasi self heated. Kategori umum lainnya adalah zero power atau aplikasi penginderaan/sensing. 

Tidak seperti termistor NTC, resistansi dibandingkan karakteristik temperatur dari termistor PTC tidak didefinisikan dengan baik dan aplikasi yang memanfaatkan perlawanan dibandingkan karakteristik temperatur cenderung hanya memanfaatkan sebagian kecil dari kurva RVT dan memanfaatkan toleransi yang lebih luas daripada termistor NTC.
Adapun Aplikasi dari NTC atau PTC adalah :

Self Heated Applications
Beberapa jenis aplikasi yang memanfaatkan karakteristik self heated termistor PTC meliputi:
Self-Regulating Heaters
Over-Current Protection
Liquid level sensing
Constant current
Time delay
Motor Starting
Arc suppression

Design Considerations for Self-Regulating Heaters
Ketika memilih PTC, Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
Thermal connections
Switch temperature (TS)
Resistance at 25ºC (R25)
Surface area
Maximum voltage (Vmax)

PTC Over-Current Protectors
Termistor PTC perangkat semikonduktor keramik yang menunjukkan kemampuan untuk beralih dari keadaan resistansi rendah ke keadaan resistensi yang tinggi tergantung pada suhu tubuh mereka. PTC keramik termistor telah terbukti handal dan efektif selama bertahun-tahun digunakan dalam berbagai aplikasi over-saat ini

Motor Starting





Termistor PTC dapat digunakan untuk belitan starter tambahan dari motor induksi atau motor fase tunggal

Constant Current
Hal ini dimungkinkan untuk mendapatkan arus yang hampir konstan dengan menghubungkan sebuah termistor PTC secara paralel dengan sebuah resistor. Suhu hampir konstan dari hasil PTC diri dipanaskan dalam sebuah rangkaian yang dapat mengatur arus atas berbagai tegangan. Ketika tegangan dari rangkaian tersebut adalah meningkat, suhu sedikit meningkat PTC yang akan menyebabkan peningkatan perlawanan dari termistor PTC dan penurunan kecil dalam arus melalui kompensasi termistor untuk peningkatan arus melalui resistor paralel. Arus melalui beban keseluruhan akan tetap relatif konstan selama masih dalam range tegangan.

Temperature Sensing and Control
Tidak seperti termistor NTC dengan kemampuannya untuk merasakan suhu secara akurat pada rentang temperatur yang luas, termistor PTC hanya berguna sebagai alat pengukur suhu rentang yang relatif singkat suhu mendekati suhu saklar. Karena resistensi dibandingkan suhu karakteristik termistor PTC tidak meminjamkan dirinya untuk persamaan, spesifikasi kebanyakan untuk termistor PTC untuk menjadi nilai resistansi pada temperatur tertentu toleransi plus atau minus beberapa. Ketika PTC digunakan sebagai sensor suhu, jumlah arus melalui PTC harus kecil agar tidak panas diri termistor dan menyebabkan kesalahan. Biasanya, tidak mungkin untuk menggunakan termistor PTC sebagai sensor suhu ketika berada dalam mode operasi self heated.

Dan aplikasi lainnya juga meliputi
Self-Regulating Heaters
Maximum No-Switch Current
Arc Suppression
Time Delay
Liquid Level/Air Flow

Contoh 1 Aplikasi Sirkuit menggunakan NTC atau PTC


Contoh 2  Thermistor AN685

Thermistor akan mendeteksi suhu disekitan dengan referensi arus <100uA dan Thermistor tsb akan mengeluarkan nilai resistansi saat suhu atau temperature berubah-ubah.
Gambar diatas menggunakan NTC tipe AN685


Gambar Thermistor linear



semoga bermanfaat... :)

by. agus khumaidi



0 komentar:

Post a Comment