Saturday, May 2, 2015


Meskipun posting ini sangat terlambat tapi bukan karena tidak up to date lagi sehingga tidak pantas di upload dan di share, semoga menginspirasi.

Bisa di bilang saya kuliah di kampus yang tidak begitu besar, tapi bukan berarti dengan keadaan ini menjadikan diri saya berkecil hati untuk bersaing dengan mahasisswa - mahasiswa lain, dari kampus yang jauh lebih besar. Semuanya tergantung tekat kita untuk berusaha dan derdoa untuk sukses, hal ini saya buktikan ketika  menjadi juara 2 kontes kapal cepat tak berawak nasional (KKCTBN 2013) bukan suatu hal yang datang dengan sendirinya melainkan melalui sebuah perjuangan yang berat. Bisa di bilang kami berawal dari tim yang tidak mempunyai senjata apapun untuk berambisi menjadi juara saat mengikuti loma, di pikiran kami saat itu hanyalah kami ingin memberikan hal yang terbaik untuk kampus kami, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Tidak main - main saingan kami dalah kampus besar seperti ITS,ITB,PENS,UGM,TEKNOKRAT,UB dan banyak lagi.

Aeroships PPNS
AEROShips adalah nama robot kapal kami yang kami buat dengan susah payah oleh tim. Kurang lebih selama 3 bulan sebelum perlombaan kami sudah memulai untuk membuat robot, dimulai dari membuat desain kapal, hingga kapal sudah berbentuk dan siap diselesaikan ke tahap selanjutnya. pagi - sore - malam - hujan - panas -dll sudah tidak kami perdulikan lagi, di pikiran kami hanya satu yaitu bagaimana kami dapat memberikan yang terbaik untuk kampus kami, kami tak segan - segan uji coba kapal di bawah terik matahari sejak pagi hingga larut malam. saya masih ingat sekali kami uji coba dari pagi hari sampai malam hari jam 10 malam berada di kolam uji coba PPNS. selesai dari kolam bukan berarti kami berhenti uji coba robot  tetapi kami lanjutkan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan apa yang kurang selama latihan tadi.
H-3 adalah hari perjuangan extrim kami  sebelum lomba, kalian pasti tahu bagaimana panasnya daerah pesisir pantai saat siang hari, entah mungkin karena tingginya keinginan kami semuanya tak membuat kami patah semangat untuk latihan. Tak heran kala itu kulit kami benar-benar hitam legam karena tersengat panas matahari dari jam 07:00 hingga jam 18:00. Uji coba dan perbaikan kami lakukan secara terus menerus hingga hari perlombaan tiba.

Perlombaan pun berlangsung, memang benar manusia hanya berusaha tetapi Allah yang menentukan, buktinya dikala kami lomba cuaca saat itu benar - benar tidak mendukung, gelombang tinggi angin kencang tapi alhamdulillah robot kami tetap berjalan  dan menyelesaikan misi dengan sangat baik.  Hanya berselang beberapa menit setelah kami mengangkat robot ke daratan badai datang dan perlombaan di hentikan, benar - benar kuasa Allah saat itu ditunjukkan kepada kami tim roboboat PPNS.

Tim dan Pembimbing Roboboat2013
Alhamdulillah kami mendapat juara 2 nasional KKCTBN2013. Dari sini saya mendapat beberapa pelajaran utama bahwa kesuksesan bukan hanya dikarenakan kepintaran atau kecerdasan dari anggota tim tapi bagaimana kita berusaha sebaik mungkin untuk mencapai tujuan tim, karena usaha pasti sebanding dengan hasil yang kita dapat. Tapi ingat semuanya Allah yang menentukan akhirnya maka berdoa yang banyak semoga tujuan kita dilancarkan oleh Allah.

Tim dan Crew Roboboat 2013
oh iya..., saya selaku ketua tim roboboat tahun 2013 mengucapkan banyak terimakasih kepada tim, pembimbing, crew, teman -teman,  dan kampusku, karena berkat kalian semua tim. kita bisa menjadi salah satu tim yang terbaik saat itu, sebuah pengalamaan yang berharga bisa mengikuti kontes KKCTBN 2013  tak akan saya lupakan secara pribadi kenangan di Camplong (25-26 November 2013).
Ini adalah saat saya mengikuti race manuver



2 komentar:

  1. Selamat mas sangat menginspirasi saya sukses selalu mas...

    ReplyDelete
  2. Semoga saya bsa menyusul anda mas, saya mahasiswa UGM yang ingin mengikuti kontes roboboat 2016, semoga saya bisa menyusul kesuksesan mas

    ReplyDelete