Sunday, December 25, 2016



Salam Otomasi...

Abstrak

Kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial mengenai teknik kompresi dalam sebuah video, Kebutuhan akan data video digital semakin meningkat, Permasalahan terbesar yang dihadapi adalah besarnya ukuran file video ini. Untuk mengatasi masalah ini, telah dicari berbagai macam cara agar dapat melakukan kompresi terhadap file video. Hasil yang diharapkan adalah ukuran file yang sekecil – kecilnya dengan kualitas yang cukup baik [1]. Salah satu metode kompresi yang digunakan adalah MPEG (Motion Picture Expert Group) serta H265 HEVC video codec generasi penerus dari H264. High Efficiency Video Coding (HEVC) atau dikenal dengan HEVC. H265 adalah standar video kompresi baru yang di kembangkan oleh Joint Collaborative Team on Video Coding. HEVC/H265 dikembangkan untuk membuat video lebih baik dan efisien dari generasi sebelumnya (H264).

1. Pendahuluan

Kompresi video adalah bentuk kompresi data yang berhubungan dengan data video digital. Kompresi video diperlukan agar penulisan data video dalam file menjadi lebih efisien. Kompresi juga diperlukan dalam streaming video agar transmisi data menjadi lebih cepat dan tidak memakan terlalu banyak bandwidth. Kompresi adalah pengubahan data kedalam bentuk yang memerlukan bit yang lebih sedikit, biasanya dilakukan agar data dapat disimpan atau dikirimkan dengan lebih efisien. Jika kebalikan dari proses ini,yaitu dekompresi, menghasilkan data yang sama persis dengan data aslinya, maka kompresi tersebut disebut lossless compression. Sebaliknya, dekompresi tersebut menghilangkan sebagian data, maka disebut loosy compression. Loosy compression biasanya diterapkan dalam kompresi data berupa gambar [1]. Walaupun tidak dapat menghasilkan data yang sama persis dengan aslinya, namun dianggap lebih efisien. Salah satu metode kompresi adalah menggunkan HEVC/x265 atau x264. HEVC/x265 dikembangkan untuk membuat video lebih baik dan efisien dari generasi sebelumnya (x264). Dengan menggunkan HVEC video A yang berukuran 5GB dan akan diproses menngunakan x264 encoder dan menggunakan x265. Hasil dari proses tersebut akan berbeda, yaitu video yang menggunakan x264 berhasil meng-encode video menjadi berukuran 900mb sedangkan x265 mungkin menjadi 700mb dan dengan kualitas yang lebih baik.

2. Dasar Teori




2.1 Encoding dan Decoding

Encoding merupakan proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan komunikasi data dan penyimpanan data. Kedua hal ini yang saling mendukung untuk mengubah bentuk sinyal sehingga bisa disalurkan dari pengirim ke penerima. Dalam hal modulasi, komunikasi data ada yang menggunakan sinyal digital. Encoding adalah proses konversi informasi dari suatu sumber (objek) menjadi data, yang selanjutnya dikirimkan ke penerima atau pengamat, seperti pada sistem pemrosesan data. Decoding adalah proses kebalikannya, yaitu konversi data yang telah dikirimkan oleh sumber menjadi informasi yang dimengerti oleh penerima. Codec adalah penerapan aturan atau algoritma untuk penyandian dan pengawasandian (sebagai contoh MP3) yang dapat berupa penerapan pada sisi perangkat keras maupun perangkat lunak, dan mungkin pula melibatkan kompresi data [1]

2.2  Struktur HEVC Video Coding

Semua standar video coding saat ini menggunakan temporal redudan dan spatial redudan dengan prediksi Interpecture, hal ini digunakan untuk dapat mentransformasikan proses coding  pada sebuah prediksi [3]. Desain struktur standar HEVC tidak benar-benar berbeda dari sebelum H.264 standar, perbaikan yang signifikan adalah peningkatan elemen coding dari standar H.264. HEVC mewakili sinyal video warna dengan warna YcbCr space menggunakan 4:2: 0, sementara komponen Y untuk pencahayaan, Cb dan Cr komponen untuk chrominance dari video berwarna. Biasanya struktur pengambilan sampel khas 4: 2: 0 digunakan karena mata manusia lebih sensitif dengan serian dari chrominance video. Setiap sampel untuk komponen ini secara alami diwakili dengan 8 -10 bit presisi, tetapi salah satu yang khas adalah 8-bit [4]. Dengan ukuran gambar persegi panjang M × N, frame video biasanya sampel, dengan lebar M dan tinggi N frame.


Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan anda download tugas paper saya disini.


Selamat mencoba dan semoga sukses


0 komentar:

Post a Comment